Lowongan Pekerjaan masuk sini

Sabtu, 04 Juli 2009

gara2 Timses SARA, SBY di desak utk minta maaf

Karena Andi, SBY Didesak Minta Maaf



Makassar - Gara-gara pernyataan Andi Mallarangeng, SBY didesak minta maaf kepada masyarakat Sulawesi Selatan. Mereka merasa terhina dengan pernyataan anggota timkamnas SBY-Boediono itu yang menyebutkan bahwa belum saatnya orang Sulawesi Selatan memimpin bangsa.

"Pernyataan itu sangat menghina serta melukai hati suku-suku bangsa di Indonesia. Ada kesan dari pernyataan Alfian bahwa hanya suku tertentu saja yang bisa jadi presiden. Padahal semua memiliki kesempatan yang sama. Alfian harus minta maaf. SBY juga harus minta maaf sebagai penanggung jawab timkamnas," ujar Jubir Koalisi Rakyat Sulsel Anti Rasis Subhan Djaya Mappaturung di Monumen Mandala Makassar, Kamis (2/7).

Aksi diikuti seribuan orang dari berbagai kelompok masyarakat di Makassar. Subhan mengatakan, pernyataan Andi sangat tidak etis karena dianggap merendahkan satu etnis, serta bertentangan dengan konstitusi dan semangat NKRI yang mengedepankan kesetaraan dan kesamaan pada semua kelompok suku.

"Jika Alfian dan SBY tidak meminta maaf kepada rakyat Sulsel, jika SBY tak memberi pernyataan sikap terkait Alifian, kami akan menduduki Monumen Mandala Makassar hingga Alfian mendapat sanksi," cetus Subhan.

Permintaan maaf SBY, lanjut dia, harus disampaikan secara terbuka kepada seluruh rakyat Sulsel. Sedangkan permintaan maaf Andi Mallarangeng, selain secara terbuka kepada seluruh rakyat Sulsel, juga melalui iklan media cetak dan elektronik.

"Polisi juga harus memeriksa Andi Alfian Mallarangeng karena telah melakukan tindakan yang berpotensi memunculkan konflik horisontal di Sulsel," tukas Subhan.

Karena HOT trit, akhirnya TS pgn update nih berita

PAN Minta Bawaslu Panggil Andi Mallarangeng
Elvan Dany Sutrisno - detikPemilu


Jakarta - Sebagai salah satu partai pengusung SBY-Boediono, Partai Amanat Nasional (PAN) menganggap pernyataan Andi Mallarangeng yang mengatakan belum saatnya bugis jadi presiden bernuansa SARA. PAN meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) segera mengambil tindakan tegas.


"Itu perlu Bawalsu memanggil Pak Andi untuk dimintai keterangan soal kampanye mengandung SARA ," kata Ketua DPP PAN, Sayuti Ashyatri, saat ditemui wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (3/7/2009).

Menurut Sayuti, Pilpres belum berlangsung dan tidak ada seorang pun yang tahu hasilnya. Pernyataan Andi dinilainya mengesankan SBY sudah menang.

"Pernyataan Andi sebagai tim kampanye incumbent bisa mengesankan seolah-olah sudah pasti menang," ujar Sayuti.


Pernyataan seperti ini, kata Sayuti, terus berkembang menjadi isu politik yang merugikan SBY-Boediono. Salah satunya, isu Pilpres satu putaran yang dibantah SBY semalam.

"Jangan-jangan ini yang melatarbelakangi isu Pilpres satu putaran, tidak boleh menggagalkan demokrasi dengan cara-cara seperti ini," kata Sayuti.
( van / aan )

oh SARA...dirimu lebih berbahaya dr pd Rani Juliani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar